• Inspirasi

    Romantisme Loyalitas 0 (0)

    (Refleksi Hijrah) Lelaki itu menangis…Tak sanggup menahan sakit yang mendera. Sensasi panas di sekujur tubuh membuatnya gelisah. Ditatapnya lelaki yang tertidur dalam pangkuan. Sekuat tenaga ia bertahan, untuk tidak membangunkannya. Lelaki itu menangis…Tak bisa dicegah, butirannya mengenai wajah lelaki dalam pangkuan. “Demi ayah dan ibuku sebagai jaminanmu, aku tersengat binatang“. Ujarnya lemah ketika melihat lelaki dalam pangkuan terjaga dengan tatapan penuh kecemasan. Rentang berlanjut,Jantung lelaki itu berdebar. Terdengar derap orang kebanyakan persis di atas tempat ia bernaung. Resah gulanda memuncak, saat tapak kaki mulai terlihat.Duhai.. bagaimanakah ini? Membatin ia, menatap sedih pada lelaki yang terdiam tenang di sisinya. Kekhawatiran menjelma…

  • Inspirasi

    Sekapur Sirih 0 (0)

    Aku, Kamu dan akhirnya KitaMengayuh sejauh langkah yang dibisaSaling berirama, mencipta kidung kehangatan dalam kesejatian ,Meski kadang alunan terasa sumbang terdengar Aku, kamu menjadi kitaMerangkai perjalanan , mengarungi hidupDalam rentetan ujian tak bertepi,Terhenti ia, kala nafas tak berhembus,Menemani hari, seolah tak jemu bersua Tapi, hidup mestilah bergerak, senang atau tidak takdir berharap dijemputKarena mundur, artinya mati Berdamai dengan hati, lakon yang dibisa,Memilih keteladanan sebagai pengarah diri, haruslah sudah Risalah kalbu,Menebar kisah bertabur hikmah, dari sumber mata air kejernihanKebajikan nurani Kita , menjadi aku dan kamuBila waktu telah habisBerjibaku dengan dasyatnya perjalanan, menjemput keabadian cerita,Hingga akhir asa menjelma pada kebaikan sahaja