Kisah bagian kecil yang bisa dikenang dan dibagi. Memetik hikmah dari sekecil apapun peristiwa, menambah khasanah kehidupan. Terkadang rentetan masa lalu juga menjadi pintu terbukanya jalan hidup hingga hari ini nyata adanya. Awalnya diri tak paham, kenapa mampu berlama-lama membaca. Sejak Sekolah Menengah Pertama, sudah biasa menekuni buku setebal bantal. Entah fiksi atau non fiksi. Bisa lupa waktu, apalagi bila buku memang renyah dibaca. Sebelum tuntas, serasa ada yang mengganjal, inginnya segera tamat. Baru disadari saat sekelebat lintasan kenangan masa lalu hadir di sela perjalanan. Sambil menikmati panorama dari balik jendela kereta, teringat jelas. Dulu Mak sangat rajin membacakan apa…
-
-
“Berapa total jama’ah yang berhaji tahun ini?” Bertanya salah satu malaikat yang turun ke bumi.“600.000 jama’ah, namun tak satupun yang diterima ibadah haji mereka!” Seru yang lainnya.” Kenapa demikian?”” Itu kehendak Allah!” Gemetar Abdullah ibnu Mubarak ulama sufi asal Kuffah mendengar percakapan tersebut. Resah menghantui, membayangkan ribuan jama’ah dari belahan dunia. Berpayah-payah dalam letih dan sulit, menyusuri padang tandus menghampiri Baitullah. Duhai benarkah? Serasa sia-sia pengorbanan yang dipersembahkan dalam persiapan maupun proses menjalani ibadah haji, termasuk dirinya. Sesak dadanya tak mampu menahan takut. ” Namun, ada satu orang diterima hajinya dan diampuni dosanya walaupun ia tidak berangkat untuk berhaji. Dan…
-
“Ya Rasul izinkan aku berzina!” Sontak suasana riuh, geger. Sebagian terhenyak, sebagian terheran-heran dan beberapa sahabat berusaha menghalangi langkah sang pemuda menghampiri Nabi SAW. Rasulullah mengisyaratkan semua untuk kembali tenang dan menitah sang pemuda untuk mendekat. Setelah berhadapan setengah berbisik, Rasulullah bertanya “Wahai anak muda, apakah engkau suka bila perzinaan itu terjadi atas diri ibumu?” Pemuda ini menjawab, “Tidak. Demi Allah, biarlah Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.” Kemudian Nabi SAW bertanya lagi “Wahai anak muda, apakah engkau suka bila perzinaan itu terjadi atas diri putrimu kelak?” Pemuda ini menjawab, “Tidak. Demi Allah, biarlah Allah menjadikan diriku sebagai tebusanmu.” “Wahai anak…
-
Kebiasaan lelaki itu menempati area pojok masjid, saat waktu shalat berjama’ah maupun ketika itikaf. Semua sudah mafhum. Alasannya sederhana, ia tak mau mengganggu kebanyakan orang yang beraktifitas di masjid. Suatu subuh, Rasulullah tak mendapati lelaki tersebut. Hingga pelaksanaan shalat sempat ditunda beberapa saat untuk menunggunya hadir. Namun yang dinanti tetap tak nampak, akhirnya shalat subuh pagi itu pun tak disertai Sya’ban. Usai shalat, Rasulullah menanyakan kabar Sya’ban kepada jama’ah. Namun tak satu pun yang paham keberadaannya. Akhirnya sang Nabi memutuskan mendatangi rumah Sya’ban bersama beberapa sahabat. Menjelang dhuha, Rasulullah dan beberapa sahabat baru tiba di kediaman Sya’ban. Jarak dari rumah…
-
Bergegas lelaki itu meninggalkan tempat shalatnya. Sementara, jama’ah subuh masih tertunduk khusyu dalam dzikir dan do’a. Semburat jingga di ufuk timur mulai terlihat. Menghantar lelaki itu pulang ke rumahnya. Sekali, dua kali hingga beberapa kali, akhirnya Rasulullah SAW menyadari. Kebiasaan Abu Dujanah bersegera meninggalkan masjid jika sholat subuh telah usai. ” Wahai Abu Dujanah, apakah gerangan yang membuatmu senatiasa tergesa, selesai jama’ah shalat subuh? Tidakkah engkau memiliki keinginan yang akan kau sampaikan pada Rabbmu?” Nabi Allah bertanya pada suatu kesempatan saat bersama Abu Dujanah. ” Wahai Rasulullah, bukanlah demikian, sesungguhnya di samping pekarangan rumah tetanggaku terdapat pohon kurma, yang menjuntai…
-
Eureka!!!Sir Isaac Newton mendapat jawaban atas perenungannya selama ini. Uniknya Keberuntungan diperoleh saat dirinya tertimpa buah apel yang jatuh dari pohon tempat ia bernaung melepas lelah. Ilmuwan asal Inggris ini berhasil membuat teori ” gaya gravitasi” buah dari memikirkan kenapa apel jatuh ke bawah tidak ke atas. Penemuannya dibukukan dalam Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica yang terbit pada 1687. Cerita buah apel tidak berhenti pada Newton. Adalah Tsabit bin Zutha, pemuda asal Kufah, Irak. Dalam perjalanannya menemukan sebuah apel terbawa aliran sungai jernih. Didorong rasa haus dan lapar, seketika diambilnya apel dan dimakan. Namun baru segigit mencicipi, ia tersadar, ia memakan…
-
Sontak suasana makan bersama daging unta menjadi hal yang tak menyenangkan lagi. Di tengah asyiknya menyantap tetiba tercium aroma yang kurang sedap dan tak mengenakan. Para sahabat memang tidak ada yang protes atas kelepasan flatus (buang angin) salah satu diantara mereka. Namun beberapa tampak raut tak nyaman akan datangnya pengganggu gaib penurun selera makan menjelang shalat maghrib. Nabi SAW sangat menyadari kondisi, empatinya yang tinggi merasai betul pada sosok sahabat yang tidak sengaja buang angin di acara yang cukup sakral tersebut. Pastinya akan sangat malu bila jujur mengakuinya. Mendekati adzan, Rasulullah SAW mengajak para sahabat untuk berwudhu kembali. Mendengar himbauan…
-
Resah gulanda tanpa sebab menggayut di hati Sultan Murad IV. Pemimpin Kesultanan Turki Utsmani yang memerintah tahun 1623 sampai 1640. Untuk menenangkan hatinya, sang Sultan mengajak beberapa pengawal berkeliling kota dengan menyamar layaknya rakyat jelata. Alangkah terkejut, di lorong sempit sang Sultan mendapati sesosok mayat tergeletak. Disekitarnya beberapa orang berlalu lalang tanpa memperdulikan jasad yang terbujur kaku. “Mengapa orang ini meninggal tetapi tiada seorangpun yang menolongnya? Seru sang Sultan pada orang yang ada disekitar.“Ia seorang pemabuk dan penzina!” Seru beberapa orang menjawabnya.“Tapi bukankan ia seorang Muslim?” Tanya sang Sultan dan khalayak menjadi diam. Beberapa orang tergerak membantu sang Sultan untuk…
-
Siapa yang tak pernah kecewa? Sepertinya setiap kita pernah merasai. Marah, terluka dan benci pada keadaan, gambaran jelas dari kekecewaan. Melemahnya hasrat setelah menguat adalah kelumrahan yang sering terjadi. Kecewa merupakan ketidakpuasan hati karena tidak terwujudnya harapan atau keinginan. Ibarat tak ada asap tanpa api , sumber kekecewaan selalu ada. Ekspektasi yang tak sesuai realita pemantik hadirnya kekecewaan, apapun itu wujudnya. Adalah Khalid bin Walid, penyandang julukan “Syaifullah” (Pedang Allah). Reputasinya dalam memimpin pasukan perang bukan kaleng- kaleng. Kemenangan demi kemenangan diraih kaum muslimin di bawah komandonya. Berbagai syair pujian mengelu-elukan kepiawaian sang panglima bergema di antero negeri. Kariernya dimulai…
-
Akhirnya rahib Yahudi itu memutuskan untuk bermukim di perkampungan Bani Quraizhah. Jauh sebelum Rasulullah tiba di Madinah Munawarah. Perjalanan dari Syam ke Madinah ditempuh sang Rahib hanya untuk menjumpai Nabi akhir zaman yang dikabarkan Taurat akan hadir di sekitar Jazirah Arab. Dinukilkan dari lbnu Katsir dan Ibnu Ishak dari sirahnya:“ Tahukah kamu apa penyebab islamnya Bani Quraidhah? Ada seorang laki-laki yahudi dari negeri Syam namanya Ibnu Haiban dia datang kepada kami sebelum datangnya islam dengan jarak bertahun- tahun dia menetap di tengah-tengah kami ,”demi Allah kami tidak pernah melihat seorang laki-laki pun yang lebih afdhal dari dia selain orang yang…