Bayangkan seekor gajah sirkus. Ia memiliki kekuatan untuk meruntuhkan tembok dan melangkah bebas dari arena pertunjukan. Apalagi sang gajah hanya ditambat pada seutas tali di pasak yang rapuh. Ironisnya sang gajah memilih diam dan menurut. Bukan karena tali terlalu kuat, tetapi karena sejak kecil ia terbiasa dengan ilusi tali yang memperdaya. Proses pelumpuhan mental dimulai saat gajah masih kecil. Anak gajah dikondisikan dengan rantai besi berat agar terpaku di posisinya. Kondisioning mental berhasil hingga kelak gajah dewasa. Memorinya masih menetap, terbelenggu pada ketidakmampuan untuk melepaskan tali yang diasosiasikan sebagai rantai berat. Padahal kekuatannya kini bertumbuh; ada dan besar. Sering kali,…
-
-
Wanita mulia itu menjawab gamang, rasa malu jauh mengungguli keinginannya. Maksud hati ingin meminta bantuan pelayan pada sang ayah, apa daya lidah kelu untuk mengungkap, akhirnya hanya terlontar : “Tidak ada urusan yang kuingini ayah, aku hanya menyampaikan salam atasmu.” Meski sang suami sudah berupaya turut serta membantu pekerjaan rumahnya, seakan kelelahan tak mau berkesudahaan. Beban fisik seolah telah melampaui batas kemampuan dirinya. Hingga di hari berikutnya ia kuatkan tekad kembali menjumpai sang ayah, dan kali ini sang suami menyertai. Dari Ali r.a., ia berkata, Fatimah telah mengadu kepadaku tentang kedua tangannya yang lelah membuat adonan dari tepung gandum. Lalu…
-
Kebanyakan kita seolah takut dicela, hanya karena tak sama. Kita jadi enggan melawan arus, itu sebab pendapat dirangkai sejurus. Daripada terabai dalam sosialita, lebih baik ikut walau jiwa tak bahagia. Kita seperti ingin terlihat seirama, tapi lupa sejatinya diri tak sama. Sewarna tak selamanya menawan, terkadang membuat pegal penglihatan. Terlebih bila bersama diminta melabrak norma yang sudah menjadi aturan dalam berpolah. Satu kejadian kecil jika pelakunya banyak pada akhirnya bisa menormalisasi perbuatan. Apalagi di dunia dimana netizen menjadi “wasit” melalui _like and comment_-nya. Segalanya ditakar dari rating, tidak lagi dilihat sejauh mana kelayakannya. “Menyesuaikan keadaan” dalih yang terkesan bijak di…